0

Si jago renang dan lari dari SMPN 4 ARSEL

GambarDari beberapa sekolah yang ada Di-Pangkalan Bun ini, terdapat 1 sekolah yang sangat Gambaristimewa dan sangat berbeda dari sekolah lainnya.

Namanya SMP Negeri 4 Arut Selatan Pangkalan Bun. Sekolah yang bisa dibilang sederhana namun istimewa.
Dari sanalah terdapat siswa yang sangat berprestasi di bidang olah raga, yaitu  Olah raga Renang dan Lari Maraton.

Siswa yang dimaksud bernama Indri Agustina, ia adalah salah satu siswa SMPN 4 arsel yang sangat berbakat dibidang olahraga yaitu renang dan lari maraton.

Ia sudah mulai menyukai olahraga tersebut sejak umur 5 tahun. Awalnya hanya sekedar hobi saja, tapi tak disangka ternyata ia memiliki bakat yang bisa diacungi jempol.
Dan juga sudah pernah menjuarai beberapa lomba, bahkan ia juga pernah sampai Ke- Tingkat Nasional.

Prestasi yang pernah Di raih adalah sebagai berikut :

  1. Juara II Olimpiade Lari Maraton Tahun 2010
  2. Juara III O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Tahun 2011
  3. Juara III O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Tahun 2012

Menurut narasumber, Sebelum ia Bertanding Saat lomba ia berlatih mencoba mengatur pernapasan didalam air dan mencari kekurangan lawan untuk menanti kemenangan.
Persiapannya juga belum terlalu matang. Hanya saja seminggu sebelum lomba ia berlatih sendiri lokasi perlombaan tersebut.

Dan kebetulan ia juga sudah kelas 9, jadi ia sudah tidak bisa lagi mengikuti lomba untuk mewakili SMPN 4 Arsel.

Jadi ia berharap suatu saat nanti khususnya untuk generasi penerus Siswa Siswi  SMPN 4 Arsel supaya Termotivasi untuk  mengembangkan bakatnya dalam bidang Olahraga.

Narasumber : Indri Agustina

0

Manusia Terbang

 

Sepanjang sejarah, manusia sangat tertarik dengan terbang. Salah satu contohnya adalah mitos Yunani kuno tentang Icarus dan Daedalus melarikan diri dari labirin yang berada dipulau Crete dengan tangan bersayap.

Bahkan dalam dunia modern dimana orang biasa terbang menggunakan jet dan kapal luar angkasa, kita tak pernah menghilangkan mimpi kita untuk dapat terbang. Kemampuan terbang seorang manusia tidak terbatas hanya di mitologi saja. Hal itu terjadi dalam kehidupan manusia sejak jaman dulu kala, walaupun hanya berbentuk dongeng atau legenda yang kita dengar secara turun temurun. Di seluruh dunia, sejak jaman dahulu kala sampai sekarang, kita sering menemukan cerita tentang orang yang benar-benar dapat terbang. Cerita paling tua dan paling detail gambarannya datang dari tadisi Vedic kuno, dimana melayang-layang dan terbang merupakan salah satu keahlian yang dapat dikembangkan oleh para manusia.

Sementara itu di Eropa, levitation (terbang/mengambang) dimiliki oleh 200 orang suci, dan ini biasa disebut sebagai keajaiban dalam tradisi Katolik Romawi.

Salah satu contoh terbaik adalah St. Joseph dari Copertino, orang suci dari Italia di abad 17. Lebih dari seratus penerbangan (tanpa pesawat tentunya) tercatat secara resmi selama hidupnya. Sebagai gambaran , bagaikan suara yang merdu, dia akan terbang tinggi ke udara, mengitari langit-langit gereja dan melayang di udara, kadang-kadang selama lima belas menit, kadang-kadang selama dua jam, dan banyak orang yang menyaksikan hal itu. Saat ini St. Joseph dari Copertino adalah salah satu orang yang dapat terbang di udara.

Pada abad pertama, ahli filosofi Yunani, Saint Apollonius dari Tyana pergi ke India, disana dia melaporkan bahwa dia melihat para Brahmins (pendeta) “Mereka mengambang sampai hampir satu meter diatas tanah.” Sebagian besar para ahli sejarah mengatakan bahwa ceritanya itu murni sebuah fantasi. Tetapi Ernest Wood, seorang penulis Inggris yang menuliskan filosofi Ketimuran, melaporkan hal yang sama saat dia pergi ke India dan ini hanya beberapa dekade yang lalu. “Saya ingat pada suatu kesempatan ketika seorang yogi (ahli yoga) tua sedang melayang di udara dalam postur tubuh terlentang sekitar 1.8 meter di udara terbuka, sekitar setengah jam, sementara para pendatang dipersilahkan untuk melewatkan gagang pada jarak antara tanah dan orang tersebut…Mengambang atau menaikan tubuh dari atas tanah dan melayang beberapa kaki di udara diatas tempat duduk atau sofa adalah…suatu fakta yang secara universal sudah diterima di India.”

Apakah Yoga Terbang itu mungkin? Bagaimana seorang manusia dapat melayang atau terbang di udara menentang hukum gravitasi? Yoga Terbang atau yang biasa disebut yogic flying melihat semua potensi manusia dalam pandangan yang baru, memperluas pemikiran tentang apa yang dapat dicapai oleh seorang manusia, melihat dengan gaya baru tentang hubungan antara pikiran manusia dan alam semesta.

Dalam beberapa tahun terakhir, quantum fisika telah mengidentifikasikan bagian yang paling fundamental atau dasar dari rahasia alam, semua bagian dari hukum alam dimana semua hukum alam termasuk kekuatan gravitasi, dibahas. Hukum alam ini menjelaskan semua bentuk dan segala fenomena yang terjadi di alam semesta, termasuk pikiran dan tubuh manusia.

Pengertian tentang Vedic kuno yang dibawa oleh Maharishi telah membawa pencerahan dan lebih, dengan mengidentifikasikan bagian yang universal ini sebagai bagian dari kesadaran murni tak terbatas. Sejak kesadaran manusia memiliki dasar dan sumber dari hukum alam yang paling dasar ini adalah pikiran manusia dapat membuka pada semua level dari alam dan dari situlah semua dapat berfungsi. Dengan berfungsi dari level yang paling dasar, kita dapat memerintahkan secara total potensi alam pada diri kita. Kita dapat meraih pengetahuan untuk mengetahui semua hal, melakukan semua hal dan menyelesaikan semua hal. Semua tidak ada yang mustahil. Potensi kita tidak terbatas.

Teknik Meditasi Transcendental membuat kita membuka pikiran kita untuk tenang dan merasakan kesadaran murni, semua hukum alam, dalam kesadaran kita sendiri. Yogic Flying adalah sebagian kecil dari program tersebut, membiarkan pikiran kita untuk berpikir dan bereaksi pada hukum alam yang paling dasar tersebut.

Karena itu Yogic Flying tidak menentang hukum gravitasi atau hukum alam manapun. Hal itu memperbolehkan kita untuk mengakses dan menghidupkan potensi total dari hukum alam yang hidup dalam diri kita, membuka simpanan energi dan kecerdasan kita untuk segala kemungkinan dan menyelesaikan kegiatan hidup kita sehari-hari.

Diseluruh dunia, manusia yang dapat terbang secara bervariasi dikatakan telah berevolusi secara spiritual dalam kehidupan sosial mereka. Di Eropa mereka disebut saints; di India disebut yogis; di Asia tenggara disebut arahants; di Aborigin Australia disebut “clever men” atau doctors. Banyak orang diceritakan dalam fabel, dongeng, legenda atau mitos. Memberikan asumsi universal bahwa terbang itu sesuatu yang tidak mungkin, tetapi kita harus yakin dengan kemampuan manusia, apa saja menjadi mungkin.

0

Sarana transportasi penyeberangan antar kelurahan mendawai dan mendawai seberang

Di-Pangkalan Bun yang bertepatan di kabupaten Kotawaringin Barat terbentang dengan luas dan panjang sebuah sungai yang dinamakan sungai ARUT. Dimana diantara seberang ke seberang terdapat sebuah desa yang dimanakan Mendawai dan Mendawai seberang.

Pastinya tidak asing lagi ditelinga anda kalau sudah ada sungai dan memiliki desa yang saling beseberangan ini.
Coba anda pikirkan, alat transportasi apakah yang sering mereka gunakan untuk menyeberangi sungai itu?
Nah ngomong-ngomong masalah alat transportasi nih, saya berbagi sedikit informasi tentang alat ataupun sarana transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat desa tersebut.
begini ceritanya ~

Getek adalah  salah satu sarana/alat transportasi sejenis perahu tetapi tidak sama persis dengan perahu, karena getek memiliki mesin penggeraknya dan bentuknya pun sangat beragam. Yang biasa digunakan masyarakat dan Siswa SMPN 4 ARSEL untuk penyeberangan antar kelurahan ini.

Selain masyarakat sekitar dan siswa SMPN 4 ARSEL, sering pula dijumpai wisatawan asing yang menggunakan getek untuk jalan-jalan ataupun sekedar mencoba menaiki getek.

Sebagian orang berpendapat, kalau getek adalah sarana transportasi penyeberangan yang menakutkan karena bila kita terpeleset atau orang yang menaikinya takut tercebur ke sungai.Tapi bila orang yg berhati-hati tidak akan mungkin tercebur.

Dan menurut pendapat saya sendiri (Siswa SMPN 4 ARSEL) bagi orang yang belum terbiasa memang terasa sangat menakutkan, tetapi bila orang yang sudah terbiasa, bukan hal yang menakutkan, bahkan sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mengasyikan kok. Karena menurut saya berwisata menggunakan getek wisata itu membuat hati saya yg sebelumnya tidak tenang, bisa menjadi tenang atau hanya sekedar keliling mengarungi sungai arut dan sambil menikmati pemandangan dipinggir sungai dan juga menikmati angin sepoy-sepoy diatas getek wisata, pokoknya terasa seperti dihawai lah hihihi J.

Apakah anda berani mencoba?

0

PMR SMPN 4 ARSEL Berhasil Meraih Juara Favorit Tingkat Provinsi

PMR SMPN 4 ARSEL Berhasil Meraih Juara Favorit Tingkat Provinsi

29/01/2013

jj

 

Betapa bahagianya SMPN 4 ARSEL yang berhasil meraih Juara favorit tingkat Provinsi.

Kejadian yang tak disangka-sangka ternyata menjadi nyata.
Dulu orang pernah berkata kalau SMPN 4 ARSEL itu adalah sekolah yang mutu pendidikannya masih dibawah rata-rata.

Tapi sekarang SMPN 4 ARSEL sudah tak seperti dulu lagi. Kini SMPN 4 ARSEL mengalami perubahan. Salah satu dari perubahan tersebut adalah Sekolah ini sudah menegakan kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, meningkatkan mutu pendidikan/pembelajaran.

 

Jelek(613)nah buktinya, baru baru ini SMPN 4 ARSEL dapat memenangkan Lomba kepalang merahan yang berlokasi di kota cantik Palangka Raya ibukota kalimantan tengah.

Menurut Narasumber, Ekstrakulikuler yang ada di SMPN 4 ARSEL ini jarang sekali dilatih atau diajarkan materi tentang kepalang merahan seperti sebagaimana mestinya. Bahkan Mereka mendapatkan ilmu tentang kepalang merahan tersebut dari beberapa seniornya saja, itupun ilmunya belum terlalu detail dipelajari.

Tapi dari situlah mereka belajar mandiri. Walaupun senior atau yang sering mereka sebut sebagai pelatih merekapun selalu berusaha semaksimal mungkin agar anggota PMR dapat berkembang lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya.

Mereka berharap bisa dilatih oleh orang yang benar benar mengerti

400045_369343809757986_100000471093426_1487611_1703550274_n

ilmu tentang kepalangmerahan ini atau sering disebut sukarelawan yang berbaik hati ingin mengajarkan mereka, agar suatu saat nanti harapan atau cita cita mereka bisa memenangkan lomba sampai tingkat nasional bisa terwujud.

0

Prediksi Jakarta akan “tenggelam” pada 27 Januari Tak Akan Terjadi

 

Jakarta, 20 Januari – Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin mengatakan prediksi Jakarta akan “tenggelam” pada 27 Januari, tampaknya tidak akan terjadi.

Data satelit cuaca menunjukkan Monsoon Index Australia yang menjadi penyebab utama berkumpulnya awan di sekitar Jakarta pada pertengahan Januari mulai melemah, demikian pula aktivitas pembentukan awan di Indonesia juga mulai tertekan.

Dengan demikian, peluang untuk curah hujan kumulatif yang tinggi, semakin menurun, kata Thomas, di Jakarta, Minggu (20/1/2013).

“Berita yang menyebut 27 Januari Jakarta bisa tenggelam karena saat itu sedang purnama, agak seram. Tetapi tampaknya tidak terjadi,” katanya.

Ia menjelaskan efek bulan purnama memang akan meningkatkan pasang air laut karena gravitasi bulan-matahari bersatu, namun purnama adalah peristiwa biasa yang terjadi setiap bulan.

“Masalah akan timbul kalau puncak pasang itu bersamaan dengan curah hujan kumulatif yang tinggi di Jakarta dan sekitarnya, sehingga air tertahan di daratan. Tetapi karena diperkirakan tak ada curah hujan kumulatif yang tinggi pada 27 Januari seperti pertengahan Januari lalu, Jakarta diperkirakan akan normal-normal saja,” katanya.

Monsoon (muson) adalah suatu pola sirkulasi angin yang berhembus secara periodik pada suatu periode (minimal 3 bulan) dan pada periode yang lain polanya akan berlawanan. Di Indonesia dikenal dengan 2 istilah yakni muson Asia dan muson Australia.

Banjir

Soal banjir 17 Januari lalu Djamal menyebut indikasinya bisa dilihat dari data satelit TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) yang menunjukkan curah hujan secara kumulatif selama tiga hari cukup tinggi di sekitar Jakarta dan Bogor.

Pola angin di sekitar Jakarta pada pagi 17 Januari, lanjut dia, menjelaskan mengapa awan cenderung berkumpul di sekitar Jawa bagian Barat.

“Tampaknya pertemuan angin dari Utara dan Selatan yang dipengaruhi daerah tekanan rendah di Selatan Sumatera mampu menahan awan tebal bertahan lama di sekitar Jawa bagian Barat. Dampaknya hujan berkepanjangan yang secara kumulatif cukup untuk membanjiri Jakarta,” katanya.

Sedangkan faktor pasang air laut juga menjadi penguat, menurut dia, pada 17 Januari air laut pasang pada pagi hari yang puncaknya pada pukul 07.45 WIB dan baru surut sore hari.

“Dampaknya, air hujan yang melimpah pada malam dan pagi hari tidak bisa terbuang ke laut secara cepat. Air yang terhambat kemudian menggenangi wilayah-wilayah yang lebih luas. Hambatan juga diperparah oleh rusaknya lingkungan,” katanya.(Ant/Gs)

0

7 hal sepele yang menyebabkan kematian

 

1. Minum Air Putih Terlalu Banyak

Minum air putih yang cukup, sangat dianjurkan untuk memperlancar metabolisme tubuh. Tapi jika air yang dikonsumsi terlalu banyak dan diminum dengan cepat akan terjadi keracunan air yang bisa menyebabkan kematian.

Seperti yang dialami Jennifer Strange (28 tahun) yang ditemukan meninggal tahun 2007 di rumahnya California beberapa jam setelah menjadi kontestan minum air paling banyak tanpa ke kamar mandi.

Dari otopsi awal yang dilakukan, Strange diketahui meninggal akibat mengonsumsi air terlalu banyak dan cepat sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal dengan keracunan air (water intoxication).

Pada dasarnya keracunan air terjadi bila seseorang mengonsumsi terlalu banyak air sehingga nutrisi lain di dalam tubuh menjadi terlarut dan mengakibatkan zat tersebut tidak bisa lagi melakukan tugasnya dengan baik.

Keracunan air juga mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang mempengaruhi konsentrasi ion natrium dan memicu terjadinya hiponatremia.

Elektrolit adalah garam ion sederhana yang digunakan oleh sel untuk memindahkan cairan serta pesan saraf yang masuk dan keluar dari sel di seluruh tubuh. Tanpa elektrolit, maka tubuh tidak dapat berfungsi.

Pada kasus keracunan air, kondisi hiponatremia yang ekstrim pada akhirnya dapat menyebabkan koma dan kematian. Jika bisa diketahui secara dini, maka pengobatan dengan memberikan cairan yang mengandung elektrolit IV bisa memberikan pemulihan lengkap. Tapi jika tidak ditangani, maka kondisi ini akan berakibat fatal.

Ketika seseorang meninggal akibat keracunan air, maka biasanya dimulai dengan ketidakseimbangan akut ion natrium yang mengakibatkan kerusakan sel besar.

Natrium memiliki peran mensirkulasi cairan di luar sel. Akibatnya sodium akan membantu mengatur tekanan darah dan menjaga sinyal agar memungkinkan otot bekerja dengan benar. Sel yang aktif dapat mempertahankan konsentrasi natrium yang tepat di dalam tubuh.

Sel akan menjaga kadar natrium agar tetap sehat dengan menggerakkan air serta elektrolit masuk dan keluar sel, baik untuk melarutkan atau meningkatkan kadar natrium dalam cairan tubuh.

Tapi saat seseorang minum dalam jumlah banyak dan cepat serta air yang dikonsumsi tidak mengandung tambahan elektrolit, maka sistem pemeliharaan sel tidak dapat menangani tingkat pengenceran natrium yang terjadi.

Hasilnya adalah sel-sel ini akan berusaha mati-matian untuk mencoba meningkatkan konsentrasi natrium dalam cairan tubuh. Beberapa sel akan membengkak tapi sel lainnya tidak, akibatnya sel-sel otak ini akan terhambat oleh tengkorak dan tekanan dari air yang masuk akan semakin besar. Hal inilah yang bisa mengakibatkan kerusakan fatal.

Jumlah asupan air yang dapat mengakibatkan keracunan tidak dapat diketahui dengan pasti dan bervariasi setiap individu. Gejala yang muncul saat terjadi keracunan air mirip sekali dengan keracunan alkohol yaitu mual, muntah dan adanya perubahan mental. Gejala lainnya adalah sakit kepala, otot melemah dan kejang-kejang.

Kasus keracunan air yang parah adalah mengalami koma dan kematian mendadak akibat pembengkakan otak. Kondisi ini cukup langka terjadi di masyarakat umum, tapi atlet lari jarak jauh memiliki risiko ini, sehingga seringkali dihindari dengan cara mengonsumsi minuman olahraga dan bukan air putih selama latihan atau perlombaan

2. Duduk Terlalu Lama

Duduk didepan komputer untuk jangka waktu yang lama bisa membunuh Anda, menurut sebuah studi baru yang dilaporkan dalam edisi 2003 Februari European Respiratory Journal.

Ia mengatakan ada resiko terjadinya pembekuan darah mengancam hidup dari duduk untuk waktu yang lama didepan komputer, mirip dengan masalah yang telah cedera atau tewas beberapa penumpang maskapai penerbangan panjang.

pusat Laporan ini berdasarkan kasus dari Selandia Baru di mana seorang pemuda yang menghabiskan sampai 18 jam sehari duduk di depan komputer hampir meninggal setelah mengembangkan bekuan darah besar yang terbentuk di pembuluh darah kakinya, berhenti dan melakukan perjalanan ke paru-parunya, suatu kondisi yang disebut pulmonary embolism.

Gangguan ini baru telah disebut “e-trombosis” oleh penulis untuk menggambarkan apa yang mungkin menjadi varian abad ke-21 trombosis terkait dengan imobilitas dari duduk berkepanjangan. Kondisi ini pertama kali dijelaskan pada orang yang duduk di kursi geladak di tempat penampungan serangan udara selama Blitz di London dan kemudian diidentifikasi dengan perjalanan udara yang berkepanjangan.

3. Menggunakan ponsel ataupun iPod selama badai

Tiga dokter mengatakan menggunakan perangkat tersebut dalam cuaca badai dapat meningkatkan risiko disambar petir.

Pengaruh listrik juga mungkin lebih parah sebagai komponen metalik ponsel dan pemutar musik portabel dapat bertindak sebagai konduktor, menyebabkan luka dalam berpotensi mematikan, para dokter menulis dalam sebuah surat kepada British Medical Journal.

Mereka menggambarkan bagaimana seorang gadis 15 tahun itu disambar petir saat menggunakan telepon genggam di sebuah taman besar London tahun lalu. Meskipun berhasil menghidupkan kembali, dia masih di kursi roda setahun kemudian dan ditemukan menderita masalah fisik, kognitif dan emosional kompleks. Gadis itu juga memiliki perforasi gendang telinga di telinga dia telah memegang telepon.

Ketika seseorang tersambar petir, perlawanan tinggi kulit manusia biasanya menghasilkan petir sedang dilakukan pada kulit daripada melalui tubuh – suatu proses yang dikenal sebagai flashover.

Tapi dokter mengatakan bahan konduktif di kontak langsung dengan kulit seperti benda-benda logam – seperti ponsel – mengganggu flashover dan mengakibatkan cedera internal dengan risiko kematian yang lebih besar.

Mereka mengatakan tiga kasus lain telah dilaporkan di surat kabar di Cina, Korea, dan Malaysia. “Semua peristiwa ini mengakibatkan kematian setelah orang tersambar petir saat menggunakan telepon seluler mereka di luar rumah selama badai,” tulis mereka.

Mereka menambahkan: “Ini fenomena langka adalah masalah kesehatan masyarakat, dan pendidikan diperlukan untuk menyoroti risiko penggunaan ponsel di luar ruangan saat terjadi badai untuk mencegah konsekuensi fatal masa depan dari luka sambaran petir berhubungan dengan ponsel.”

Para dokter mengatakan Australia Lightning Protection Standard merekomendasikan bahwa benda-benda logam, termasuk telepon cordless atau ponsel, sebaiknya tidak digunakan, atau dibawa, di luar ruangan selama badai. Mereka meminta perusahaan telekomunikasi Inggris untuk mengeluarkan saran serupa.

Konsultan ahli bedah Ram Dhillon, salah satu dokter yang menandatangani surat itu, mengatakan mereka tidak menemukan contoh orang-orang yang tewas ketika menggunakan ponsel dalam badai di Inggris.

Tapi dia mengatakan kepada BBC Radio 4 program Today: “Jika Anda dipukul dan ada komponen konduktif pada kulit Anda seperti ponsel atau beberapa objek lainnya, maka aktivitas listrik tidak menginternalisasi.

“Penyebab kematian paling umum biasanya adalah serangan jantung Tapi jika tidak ada gangguan parah terhadap komponen lain dalam tubuh seperti sistem saraf pusat dan pembuluh darah dan juga paru-paru..

4.mengetik sms dll.

Setelah pada nomer sebelumnya ada menggunakan ponsel saat badai, kini mengetik sms pun menjadi hal yg dapat membunuh manusia karena, Sebuah studi oleh Virginia Tech Transportation Institute (VTTI) melaporkan bahwa risiko pengemudi mengalami kecelakaan adalah 23 kali lebih besar ketika mereka sedang berSMS ria.
5. Jatuh dari Tempat Tidur.

Menurut Center for Disease Control, 1,8 juta orang masuk UGD gara-gara jatuh dari ranjang dan lebih dari 400 ribu harus menjalani rawat inap setiap tahunnya. Yang masih sangat muda (bayi)dan yang sudah sangat tua (kakek2) adalah yang paling berisiko, dan dengan stabilitas menurun karena faktor usia, orang-orang di atas usia 65 cenderung mengalami dampak terburuk ketika jatuh).

6. Menahan untuk Membuang air kecil

Saat kita merasa mau buang air kecil (kencing) kadang mesti di tahan dulu karena berbagai alasan mulai dari belum sempat hingga belum menemukan tempat buang air kecil. Kejadian ini berlangsung jika kita sedang terhimpit dalam suatu acara tertentu yang tidak dapat kita tinggalkan begitu saja. Kebiasaan seperti ini tanpa kita sadari tidak baik untuk kesehatan kita. Bahaya yang mengintai akibat kebiasaan menahan kencing tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
Apabila kita tidak melakukan buang air kecil atau kencing ini, maka ada kemungkinan zat-zat tersebut akan merusak saluran kemih kita. Apalagi bila air kencing mengandung kuman. Semakin lama air seni ini di kandung kemih, semakin banyak kuman yang ada.

Melihat akibat yang ditimbulkan karena menahan kencing, ketika merasa kencing maka segeralah untuk melaksanakannya. Sehingga zat yang berbahaya tidak berkembang dalam tubuh kita.

7. Kedinginan

Penurunan suhu tubuh (kedinginan) dari suhu normal apabila tidak segera ditangani akan berakibat fatal atau gangguan medis yang terjadi dalam tubuh dimana terjadi penurunan temperatur tubuh secara tidak wajar disebabkan tubuh tidak mampu lagi memproduksi panas untuk mengimbangi dan menggantikan panas tubuh yang hilang dengan cepat karena pengaruh suhu rendah dari lingkungan sekitar. Situasi tersebut menjadikan temperatur tubuh turun dengan cepat dari 37° Celcius (temperatur normal) seecara keseluruhan turun hingga dibawah 35° C. Dan selanjutnya kematian bisa terjadi bila temperatur tubuh terus semakin turun drastis hingga dibawah 30° C.

Kalau terus di situasi tersebut tanpa intervensi atau perubahan situasi, suhu tubuh akan terus menurun lagi sampai akhirnya tidak bisa membantu diri sendiri. Semangat saja tidak cukup dan bisa berbahaya. Pengetahuan dan persiapan lebih penting untuk melakukan pekerjaan di tempat dengan suhu rendah.

Hipotermia digolongkan melalui pengukuran suhu inti:
Ringan: 33°-36° : merasa dingin, menggigil,
Sedang: 30°-33° : gangguan berjalan, gangguan bicara, perasaan bingung

0

Kekayaan budaya yang semakin terkikis

Egrang, atau disebut juga Engrang.
Menurut Baosastra Djawa karangan W.J.S Poerwadarminto terbitan tahun 1939, egrang-egrangan berarti dolanan atau permainan yang menggunakan batang kayu atau bambu yang diberi pijakan untuk berjalan.
Dengan menggunakan dua bilah bambu apus atau wulung yang lurus dan sudah tua sepanjang 2 meter yang dilubangi dengan jarak sekitar 30 – 50 cm (atau bisa lebih tinggi jika yang memainkannya punya nyali). Lubang tersebut dilesakkan potonganbamboo lain sepanjang 20 – 30 cm untuk dijadikan pijakan. Pemilihan bambu sebagai media kreasi bisa jadi karena material tersebut mudah dijumpai di lingkungan sekitar tempat mereka tinggal atau bahkan di tepian sungai.
Egrang sejatinya dimainkan oleh anak-anak hampir di seluruh penjuru Indonesia namun dengan julukan yang berbeda. Mulai dari Tengkak-Tengkak di Sumatera Barat, Ingkau di Bengkulu, Batungkau di Kalimantan Selatan hingga Tilako di Sulawesi Tengah. Kendati memiliki perbedaan nama, namun media permainannya tetap sama…

Kesenian Permainan ini sudah mulai tergilas oleh waktu, yang dimana mana anak kecil sekarang lebih lihai menggunakan mainan elektronik dengan mengesampingkan kebudayaan Bangsa sendiri…

Hati2 lho,, kebudayaan kita nanti “dicolong” lagi.
Kerna saya sudah melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri. Di negeri tetangga sudah ada anak2 remaja (remaja lho, bukan anak2) telah membuat egrang ini dan berlatih menggunakannya.

Jadi, Alangkah baiknya bagi kita, para (Bapak/Ibu/Abang/Kakak) tuk tetap mengenalkan dan melestarikan kebudayaan kita yg terkenal Unik dan Asyik kepada Adik2 Penerus..
Ok,, Deal ???