0

Kejutan tak terduga (cerpen)

Namaku riska aprilia panggil saja aku lia. Sekarang aku berumur 10 tahun dan masih duduk di bangku kelas 5 SD.

Kali ini sekolahku sedang libur, setelah selesainya ulangan semester ganjil.

Pagi yang cerah kali ini mengingatkanku waktu itu. Disaat itu aku sering dibangun kan ayah yang sayang padaku.

Kini ayahku telah tiada, ayahku sudah meninggal 2 bulan yang lalu. Aku sangat tidak rela bila aku harus kehilangan orang tuaku satu-satunya itu, ibu juga sudah pergi sebelum ayah pergi 5 tahun yang lalu, dimana saat itu aku masih berumur 5 tahun.

Kini aku tinggal bersama adik perempuan dari ayahku yang bernama tante rini dan anaknya perempuannya yang bernama dila.

Awalnya mereka sangat baik padaku.
Tapi semenjak ayah meninggal, mereka jadi sangat jahat padaku.
Aku dianggap seperti pembantu dirumah sendiri, aku disuruh melakukan perkerjaan seperti layaknya pembantu tetapi tak digaji.
Padahal ada dirumahku ada berpuluh puluh pembantu untuk masing-masing tugas dan itupun digaji.

Suatu hari, tante rini memecat semua pembantu dirumahku karena ingin menghemat pengeluaran. Nah dari situlah tante rini menyuruhku untuk menggantikan perkerjaan pembantu tersebut.

Bila aku tidak berkerja, aku tidak akan diberi makanan sedikitpun bahkan secuil kue yang ada dimeja makanpun aku tak diizinkan.
Bila aku melanggar, maka aku akan dikunci seharian didalam gudang yang berada dibelakang rumah.

Tapi aku berusaha untuk tidak seperti itu. Aku kapok dan tak mau lagi sampai kejadian itu terjadi lagi padaku.
Aku merasa direndahkan, dikucilkan, dan terhina.
Aku tak tau maksud dari tante rini, mengapa ia begitu jahat kepadaku.
Tetapi aku memiliki firasat bahwa tante rini ingin menguasai semua harta warisan dari ayahku.

Apa boleh buat, keadaan ku yang tak mendukung untuk mengelaknya.

Suatu hari, perutku mulai merasa lapar, akan tetapi perkerjaanku belum selesai. Hari ini aku tak seperti biasanya, badanku terasa sakit semua, kepalaku pun terasa pusing yang teramat sangat. Aku benar-benar lapar dan haus, padahal bermacam-macam hidangan makanan ada dihadapanku.
Tapi aku tak berani untuk mengambilnya apalagi memakannya.
Aku istirahat dibelakang rumah sambil menyiram bunga tanaman kesayangan ibu.

Tiba tiba…..

ada seorang kakek tua berbaju putih yang tiba-tiba muncul dihadapanku.
Dan tak lama kemudian, dia menghapiriku. Aku sangat terkejut dan merasa takut.

Aku mengira kalau dia berniat jahat padaku.
Ternyata tidak, malahan dia memberiku kue lapis keju yang kelihatannya enak.
kakek itu berkata”apakah kau lapar cu?”
“iya kek, saya lapar sekali, dari tadi pagi saya belum makan” jawabku.
“ini ambilah bekalku (kue lapis keju)”ujar kakek.
“Tidak kek, terima kasih, ini kan bekal kakek, kenapa malah diberikan kepada saya?”
“ambilah cu, lagipula kakek masih kenyang!”
“ya sudahlah kek, akan saya terima, terima kasih ya kek?” sambil mengambil kue itu.

Tiba tiba kakek itu menghilang secara tiba tiba, padahal aku belum berjabat tangan dengan beliau.
Aku berusaha mencarinya. Kedepan, ke belakang, ke samping kanan dan kiri. Tapi tidak ketemu juga.

Aku merasa bingung sendiri, kemana kakek itu pergi? Didalam hatiku masih bertanya tanya.

Tak lama setelah selesai aku menyantap kue lapis keju dari kakek berbaju putih yang sangat misterius itu tante rini memanggilku.

Lagi lagi aku salah, padahal aku Cuma salah menempatkan foto ia bersama anaknya.
Ia ingin fotonya itu dipajang di lemari besar yang berada di ruang tamu, padahal disitu adalah tempat fotoku bersama ibu dan ayah. Tapi ia malah menyuruhku untuk memindahkan fotoku itu kegudang dan menempatkan fotonya di lemari tersebut.

Dengan berat hati, aku memindahkan satu persatu foto ibu, ayah dan aku.
Aku teringat sosok ibu dan ayah ketika aku melihat sebuah foto mereka mengendongku saat aku masih bayi.

Wajahku saat itu sangat telihat lucu dan imut,  80% mirip ibu, 20% mirip ayah.
jadi sebagian besar wajahku ini mirip sekali dengan wajah ibuku.

Makanya tante rini sangat tak suka padaku karena wajahku mirip sekali dengan ibuku. Sebelum ibu meninggal, tante rini sangat membenci ibuku, permasalahannya entah bagaimana.

Tapi aku heran, kenapa tante rini melempiaskan amarahnya kepadaku?
apa salahku? Apakah aku memiliki dosa yang amat besar sehingga berjuta juta kata maaf yang aku sampaikan tidak di respon sama sekali? Dan belum lagi masalah ibu? Mengapa tante rini begitu membenci ibuku?

Bertambahlah jumlah tanda tanya yang ada dipikiranku saat ini.

Hari sudah mulai gelap, azan magrib sudah mulai berkumandang.
Aku cepat cepat membersihkan diri.
aku langsung  pergi ke masjid dekat rumah dengan sangat cepat.

Seperti biasanya, sehabis sholat aku selalu berdoa meminta kepada allah untuk mengampuni dosa ku dan dosa kedua orang tuaku yang telah tiada.
Doaku malam ini.

“ya allah ya tuhanku, ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tuaku. Terimalah dan tempatkanlah mereka disisimu ya allah. Ya allah mengapa nasibku begini? Sebenarnya kesalahan apa yang pernah aku perbuat sehingga balasannya begitu menyiksa dan menyakitkan seperti ini?
ya allah, ampunilah dosa tante rini, bukakan lah hatinya dengan nur serta hidayahmu ya allah. Agar ia bisa membukakan pintu maaf untukku. Aku mohon kepadamu.. dan kabulkanlah doaku. Rabbana atinafitdunya hasanah wafilakhirotihasanah wakina azabannar Aminnnn.

Setelah pulang dari masjid, aku langsung pulang.

Sesampainya dirumah, tiba tiba…………..

Tante rini memasang muka yang teramat serius yang bisa digambarkan seperti orang yang ingin marah. Ternyata………………

Pemikirannku itu salah, tante rini mengajak semua teman temanku dan masing masing membawa kado dan pernak pernik ulang tahun dan tante rini membawa kue black forest yang dilapisi krim yang berwarna merah muda yang diatasnya ada hiasan berbentuk boneka barbie yang telihat sangat mengiurkan.

Tante rini menghampiriku dengan mencium keningku, aku merasa heran dan bingung sekali. Padahal selama ini mereka jahat dan kejam kepadaku…

Tenyata mereka itu ingin merubah sifatku yang dulunya teramat buruk dan bandel.
mereka ingin melaksanakan wasiat dari ayahku. Yang dibentuk dalam sebuah surat yang isinya adalah.

“Rini adikku, aku mohon kepadamu untuk menjaga dan merawat anakku ketika aku telah pergi untuk selamanya.. aku ingin kau merubah sifat buruknya itu.
bagaimanapun caranya, kau harus bisa merubahnya.

Ohya jangan lupa untuk merayakan ulang tahun nya tepatnya pada tanggal 20 maret ini.
buatlah suprize yang sangat mengejutkan untuk nya.
sekian dulu rini, dan terima kasih.
Assalamualaikum Wr Wb

Salam sayang dari ayah untuk lia tolong sampaikan ya rini !”.

Aku tak menyangka dan tak pernah menduga, tenyata apa yang telah dilakukan tante rini selama ini kepadaku semata-mata hanya ingin merubah sikap burukku dan menjalankan perintah wasiat dari ayahku.

Waktu itu tepat hari senin tanggal 20 maret aku berulang tahun yang ke 11 tahun.
aku meniup satu per satu lilin yang ada diatas kue itu, dan memotong nya untuk aku berikan satu suapan pertama kepada tante rini.

Tante rini segera memeluk dan meminta maaf kepadaku. Dia menjelaskan semua keburukkan yang pernah ia perbuat. Masalah pemecatan pembantu yang akhirnya aku yang dijadikan penggantinya, mengerjakan perkerjaan yang tidak seharusnya aku kerjakan dan lain sebagainya. Dan hal itu terjadi hanya 2 hari sebelum aku ulang tahun.
fyuhhhhhhhhhhh untuk tak dikerjain sampai bertahun tahun, kalo sampai begitu…. matilahhhhhh akuuu

Tapi aku sangat berterima kasih kepada tante rini, sebab aku mendapat banyak pelajaran dari apa yang telah terjadi.

Dan akhirnya aku hidup bahagia bersama mereka selamanya….

Iklan
0

Kenapa ibu meninggalkan kami??

Perkenalkan nama ku adalah laras aku anak pertama dari dua bersaudara, adikku bernama aya perbedaan usia kami 3 tahun, sejak aku lahir aku tinggal bersama mama dan nenekku tercinta, aku tumbuh besar bersama adikku ketika itu usiaku telah menginjak 5 tahun, sejak lahir aku belum pernah sekali pun melihat sosok ayahku seperti apa wajahnya, terkadang aku iri kepada teman-teman ku ketika mereka berada didekapan ayahnya, aku sering bertanya kepada mama “ mama, ayah dimana si, kok gak pulang-pulang aku kan mau lihat ayah?” namun mama selalu menjawab “ ayah lagi kerja ditempat yang jauh, kamu berdoa aja semoga ayah cepet pulang ya sayang “ aku hanya diam dan dengan polos aku melanjutkan bermain bersama adikku.

Hari demi hari ku lewati bersama juan dan mama tanpa seorang ayah, memang berbeda rasanya seperti ada yang kurang, namun ku tetap bersabar dan percaya suatu saat ayah pasti pulang..

Setahun berlalu usiaku 6 tahun dan adikku 3 tahun saat itu adikku mulai bisa berjalan dan berbicara walaupun ucapan nya masih kurang jelas, sama seperti anak lainnya adikku sering sekali menangis dan sangat manja ia butuh perhatian lebih dari orang tua terutama mama, namun entah kenapa saat-saat itu terjadi, hal yang sangat kami berdua tidak inginkan, kala itu mama tiba-tiba pergi meninggalkan kami dan nenek bertiga tanpa sepengetahuan kami, aku dan adikku menangis semalaman karena menganggap mama hilang karena mama ga pulang dari pagi, aku menangis sembil menyebut-nyebut nama mama aku berteriak namun hanya sia-sia. Sehari,seminggu,sebulan,tiga bulan berlalu aku masih belum melihat mama,

aku pun selalu bertanya kepada nenek “ mama dimana si nek.” tidak beda dengan peerkataan mama saat ku menanyakan keberadaan ayah, nenek pun selalu menjawab “ mama lagi ke kampung jauh nginap lama, kamu berdoa saja semoga mama sehat dan cepet pulang ya sayang”

setiap malam aku selalu memikirkan sosok mamaku yang kusayangi, mama,… aku dan juan kangen mama, mama kemana….?ko mama lama sekali kekampungnya…..? Kenapa mama ga pulang-pulang…., mama pulang…, laras kangen mama, laras sayang mama, aya nangis terus ma… kasian nenek. ku slalu berdoa agar mama pulang kerumah.

Hari berganti tahun saat itu perayaan hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, aku bertanya lagi kepada nenek tentang keberadaan mama namun nenek bilang “ ia, kamu berdoa saja sama Allah ya nak semoga pas lebaran kita ketemu mama,..”

sungguh saat itu walau aku masih anak-anak namun hati ini tetap merasa hidup ini tidak adil, seorang anak kecil ditinggal mama dan ayah,. Aku selalu menangis ketika melihat foto kami bertiga, yang ku simpan selalu di bawah bantal.

akhirnya lebaran pun tiba, banyak kue-kue yang lezat di atas meja, teman-temanku memakai baju baru dan mereka pergi bersama mama, ayahnya bersalam-salaman, namun berbeda dengan aku, aku hanya hanya mengenakan baju lama, karena aku tidak mau baju selain pemberian mama, aku duduk dan melamunkan mama dan ayahku, aku menunggu apakah doaku akan terkabul?berharap mama akan pulang hari ini namun hingga siang pun mama belum juga datang. Aku sangat sedih dihari itu. Walaupun banyak orang-orang datang kerumah dan memberiku uang banyak. Aku tetap ingin mama dan ayah yang datang dan memberiku hadiah saat lebaran tersebut. Namun kenyataan nya hanyalah sia-sia..

Beberapa tahun berlalu Aku kini telah beranjak besar dan bersekolah kelas 5 SD

Aku kembali teringat sosok mama ketika aku mendapat hukuman oleh ibu guru karena mencontek saat ulangan dan nilai-nilaiku sangat kurang aku diwajibkan memanggil orang tuaku untuk menghadap ke ibu guru.

Ketika aku selesai solat isya aku memikirkan mama, mama kemana? kenapa mama ga pulang-pulang ??…., mama aku butuh mama, aku dihukum ma…., mama belain aku., mama sayang aku dan aya kan?

Tapi kenapa mama pergi?… sambil menangis ku membayangkan sosok mama yang sangat menyayangi kami,

Aku memikirkan Ayah ku sosok yang sangat ku rindukan aku memikirkan seperti apa wajah ayah, aku ingin sekali melihat ayah, dipeluk, di belikan mainan seperti anak yang lain, “ ayah aku sayang ayah, ayah pulang kami sendiri disini, ya Allah ayah ku dimana, ya Allah aku ingin sekeli melihat ayahku ya Allah, ya Allah kenapa mama dan ayahku pergi ?…apa mereka ga sayang laras dan aya? Ya Allah kembalikan ayah dan mama seperti dulu lagi ya Allah laras dan aya kangen mama,ayah. Laras dan aya.

Dan saat aku berumur 14 tahun saat itu aku SMP kelas 2 semuanya mulai terungkap, mungkin bagi mereka saat itu aku masih kanak-kanak sehinggga aku percaya apa yang dikatakan mama dan nenek, namun ternyata semua itu berbeda, kini aku telah beranjak remaja hatiku mulai peka dengan keadaan sekitarku , aku mulai mengetahui kemana sebenarnya mama dan ayah selama ini, aku mendapat kabar bahwa mama sebenarnya pergi karena membawa uang milik nenek sebesar 8 juta, padahal katanya mama mendapat uang dari ayah sebesar 5 juta perbulan. Dan kabarnya ternyata aku hanyalah anak hasil diluar nikah dari mama ayahku, ayahku demi menjaga rahasia ia pergi ke makasar tempat tingggalnya dan menikah dengan orang lain namun ayah tetap menafkahi mama, dan aku mendapat kabar bahwa mama ternyata hanya menjadi bahan pengeretan pacarnya yang beda agama dan kini mama berpindah agama, dan setelah ayah mengetahui kabar mama pindah agama, akhirnya ayah dan mama bercerai saat aku berumur 12 tahun yang lalu. Betapa perihnya aku mendapat kabar seburuk itu, seperti di cabik-cabik rasanya hati ini. Ingin sekali aku pergi selama-lamanya dari masalah ini aku tidak kuat melihaat kenyataan ini.

“ Mengapa nenek tidak memberitahu semuanya kepadaku, mengapa? ?? mengapa semua ini terjadi kepadaku, berhari-hari ku memikirkan kabar itu, aku masih tidak percaya dengan hidup yang ku jalani ini, mama ayah, pulang….. dan jelaskan bahwa semua itu tidak benar….,” mama ayah.. berkali-kali menyebut nama mama ayah sambil menangis, hinggga akhirnya aku tertidur, kursakan suasana sangat terang, aku melihat juan sedang berdiri bersama nenek, mama dan seorang pria yang tidak ku kenal melambaikan tangan memanggilku “sini Laras… ini ayah nak….”, ternyata itu adalah ayah, seketika ku berlari menghampirinya dan memeluk erat sambil menangis ku berkata “ayah,…. ayah aku kangen ayah… kenapa ayah tidak pernah pulang, laras kangen ayah,… laras sayang ayah, ayah sayang laras kan??…ayah jangan pergi lagi.., dan mama memelukku, dan akupun memeluk nya, mama laras kangen mama, … ”,mama kemana saja mah… mama gak boleh pergi lagi ya. Janji!!, akhirnya setelah sekian lama kami bertemu, terima kasih ya Allah, engkau telah menjawab doa kami , ,..

perasaan ku sangat bahagia, setelah 14 tahun berpisah, akhirnya kami bertemu,

tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata, senang,terharu,suka menjadi satu,

sekarang aku tidak iri lagi dengan teman-teman karena aku juga memiliki keluarga yang lengkap,.

Menyambut kedatangan ayah dan mama kami berkumpul disuatu taman yang sangat indah terdapat pohon-pohon buah dan sungai yang mengalir kami bersuka-ria disana,kami bermain, berlari-lari dengan juan adikku tercinta, aku pun mendorong juan ke sungai yang dangkal tersebut, , dan tiba-tiba aku pun diangkat ayah dan diceburkam kesungai bersama juan saat aku tercebur sentak!! aku terbangun,, ternyata aku terjatuh dari sofa,.. aku berlari mencari nenek, menanyakan kepada nenek, “ayah mama kemana nek?”dan nenek pun menjawab “kamu kenapa sayang, kamu mimpi ya, tadi nenek mau bangunin kamu tapi nenek ga tega cuci muka dulu sana,.” hah ternyata cuma mimpi, aku pun bercerita semuanya tentang mimpi indah tadi kepada nenek,…

Aku bersyukur karena aku bisa melihat sosok mama kembali dan ayah walaupun samar-samar hanya dalam mimpi,

Kini nenek yang selalu mendukungku disaat aku sedih, dan aku selalu bercerita semua yang aku rasakan kepada nenek.

Terimakasih nenek karena kau telah merawat ku hingga sekarang, kau adalah nenek terbaik yang ku miliki jangan pergi seperti mama dan ayah, aku sayang nenek …

Dan adikku , kami sering merenung berdua tentang hal ini, namun kita hanya bisa berharap Allah menjawab doa kita. Terkadang kulihat adikku menangis sesaat selesai ibadah, mungkin ia merasakan sama seperti yang aku rasakan.

Dan aku selalu mengingat saat-saat bahagia bersama mama , saat mama memelukku dengan penuh kasih sayang,aku selalu ingat saat mama memarahiku karena aku bermain dijalan, aku selalu ingat saat mama membeli es krim dan kita makan bersama-sama dan keesokan harinya aku demam,aku selalu ingat saat mama mengkompres kepalaku saat aku sakit dan menjagaku semalaman,aku selalu ingat saat kita liburan ke Ancol bersama nenek dan juan, bahagianya bersama mama”

Hingga kini aku masih belum tau keberadaan mama dan ayah…,

Aku menulis cerita ini sesuai dengan kenyataan yang ada, aku hanya bisa berdoa

Semoga Ayah dan mama membaca cerita ini:

“ Ayah, Mama seberapa buruknya aku membutuhkan kasih sayang kalian, walaupun aku anak haram aku tidak akan menuntut kalian untuk menghalalkan aku. Seburuk apapun kalian adalah orang tuaku,aku tidak pernah malu memiliki orang tua seperti kalian, ayah mama, aku dan aya sayang ayah dan mama jangan tinggalin kami semua, aku hanya ingin kita BERKUMPUL bersama walaupun hanya 1 jam, aku kangen kalian, aku ingin memeluk mama dan ayah cuma itu yang haikal mau, sekarang laras udah kuliah mah,ayah, laras bakal berjuang sampai laras mati laras bakal terus mencari mama dan ayah.dan laras janji! laras akan berusaha membuat kalian bangga memiliki anak seperti aku dan aya.”

Laras dan aya sayang Mama dan Ayah selalu.

Inilah sepenggal kisah hidup yang kujalani, mungkin aku tak seberuntung kalian yang bisa merasakan kasih sayang orang tua, maka sayangilah mama ayahmu yang selalu disisimu dan selalu menjagamu dan buatlah mereka bangga karena hanya kalian harapan mereka.

Selesai

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita di Atas..

Terima Kasih Telah membaca ;’)

seberat apapun masalahmu, masih ada orang lain yang yang memiliki masalah lebih berat darimu..